Senin, 05 Januari 2015

TUGAS MANDIRI
ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI
MENGELOLA BISNIS TRANSPORTASI LAUT AGAR TIDAK MENGALAMI KERUGIAN



oleh:
Tersia Intan Pratiwi
2243.14.152
S1 MTL-D


Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti
Manajemen tranportasi Laut
Jakarta
2014

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt karena berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Aspek Hukum Dalam dalam Ekonomi yang berjudul “Mengelola Bisnis Transportasi Laut Agar Tidak Mengalami Kerugian” dalam bentuk makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Dalam penyusunan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang penulis miliki, untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan. Dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. Amin.


    Penulis,
  


Tersia Intan Pratiwi               

DAFTAR ISI

KATA PENGANTA i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN   1
          A. Latar Belakang  1
          B. Rumusan Masalah   2
          C. Tujuan   2
BAB II PEMBAHASAN   3
          1. Bisnis  3
          2. Transportasi Laut di Indonesia  4
          3. Bisnis Transportasi laut  8
          4. Mengelola bisnis  9
          5. Menghindari Kerugian   10
BAB III PENUTUP   12
          1. Kesimpulan   12
          2. Saran   12

DAFTAR PUSTAKA 

BAB I PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Selama ini sekitar 95% lebih kegiatan ekspor-impor dan 40% kegiatan angkutan laut dalam negeri dilayani oleh kapal asing. Kondisi yang demikian itu tentu saja sangat merugikan Indonesia, sehingga akhirnya Presiden mengeluarkan Inpres No. 5 Tahun 2005 yang isinya menginstruksikan agar dalam waktu singkat muatan pelayaran dalam negeri wajib diangkut dengan kapal berbendera Indonesia.
Untuk muatan impor yang biaya pengadaannya dibebankan kepada APBN atau APBD wajib menggunakan kapal yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional. Selain itu Inpres tersebut juga mendorong diadakannya kemitraan dengan angkutan jangka panjang antara pemilik barang dan perusahaan angkutan nasional, serta berbagai aspek penting lainnya dalam jasa angkutan laut. yang lebih dikenal dengan "asas cabotage" atau "point to point (satu tujuan)".
Inpres yang sangat berpihak pada bisnis angkutan laut itu disambut positif oleh kalangan terkait, dan diharapkan dapat mendorong perkembangan bisnis transportasi laut. Melalui Inpres tersebut, Presiden juga menginstruksikan kepada Menteri Perhubungan untuk menata kembali penyelenggaraan angkutan laut nasional dalam jangka waktu singkat.

B.     Rumusan Masalah

      Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.         Apa yang dimaksud bisnis
2.         Apa yang dimaksud transportasi laut
3.         Bagaimana mengelola bisnis transportasi laut

C.     Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu bisnis

2. Untuk mengetahui apa itu transportasi laut

3. Untuk mengetahui bagaimana mengelola bisnis

BAB II PEMBAHASAN

1.        Bisnis

          Bisnis menurut pandangan ilmu ekonomi adalah sebuah organisasi dengan tujuan menjual barang dan jasa kepada pembeli atau usaha lainnya dengan tujuan mendapatkan laba keuntungan. dalam bahasa inggris bisnis adalah business dasar katanya adalah busy yang dalam bahasa Indonesianya adalah sibuk, sehingga bisnis dapat diartikan menjadi sesorang atau banyak orang yang meengerjakan sebuah pekerjaan atau kesibukan yang mendatangkan keuntungan.

       Bisnis dalam pandangan ekonomi kapitalis yang di mana hampir semua bidang bisnis adalah bersumber dari masyarakat dari pihak swasta, bisnis terbentuk dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang dimana pemilik bisnis tersebut mengupayakan hasil yang maksimal sehingga dapat memakmurkan dirinya. Akan tetapi ada juga beberapa bisnis yang tidak mengejar keuntungan seperti itu, seperti misal dalam bisnis yang koperatif dalam bisnis koperatif berbeda dari bisnis kapitalis oleh karena tujuan dari bisnis koperatif adalah mensejahterahkan seluruh anggota yang menumbuhkembangkan bisnis tersebut dan meningkatkan kemakmuran rakyat, sehingga model bisnis koperatif sangat dekat dengan sosial yang dimana bisnis koperatif banyak di kelola oleh pihak pemerintah dan institute sosial.

1.        Transportasi Laut di Indonesia

Terminology transportasi terdiri atas dua kata latin, yaitu trans berarti sebrang dan portare berarti mengangkut. Transporttasi berarti mengangkut ke seberang atau memindahkan sesuatu dari satu tempat ke tempat yang lain di seberang. “sesuatu” dapat diartikan barang angkut dan/atau orang. Jasa transportasi, dapat diartikan sebagai kegiatan layanan mengangkut barang dan/atau penumpang dari satu tempat ke tempat lain
Transportasi laut ini memegang peranan yang cukup penting dalam setiap kegiatan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang memang berada di dekat perairan, seperti lautm danau, maupun sungai. Selain sebagai sarana dalam transportasi, transportasi laut juga memegang peranan penting bagi pereknomian Indonesia. Hampir 80% kegiatan ekspor-impor diangkut menggunakan transportasi laut. hal ini menegaskan bahwa trasnportasi laut juga sangat penting bagi pergerakkan perdagangan antar pulau di Indonesai yang dilayani oleh armada pelayanan nasional.
Meskipun transportasi laut ini sangat penting adanya, hal tersebut tidak membuat salah satu transportasi umum di Indonesia ini terkepas dari berbagai masalah yang ada. Permasalahan yang dihadapi oleh transportasi laut Indonesia dimulai dari keterpurukan peran armada pelayaran nasional dalam mengangkut muatan. Hal ini tentu berimbas pada pengurangan jumlah barang yang diekspor maupun diimpor, sehingga secara tidak langsung sektor perdagangan dan perekonomian menurun. Permasalahan lainnya adalah belum diberlakukan sepenuhnya azas cabotage yang bisa meningkatkan kegiatan transportasi laut.
Selain itu, biaya ekonomi yang tinggi juga menyebabkan turunnya minat masyarakat untuk mengoptimalkan transportasi laut. Dan lagi kurangnya fsilitias prasarana bongkar muat di pelabuhan jua menambah beban bagi pengguna jasa transportasi laut. Hal ini tentu akan menambah jumlah pengeluara masyarakat secara umum.
Permasalahan lain dari trasnportasi laut ini adalah tingkat kecukupan fasilitas keselamatan pelayaran belum memenuhi persyaratan internasional, sehingga para pengguna jasa trabsportasi ini belum merasa terjami keselamatannya dalam menggunakan sarana trabnsportasi tersebut. Fasilitas kecukupan yang seharusnya di dapatkan oleh para pengguna jasa transportasi laut bisa berupa sarana bantu navigasi pelayaran atau SBNP yang bersertifikat internasional.
Permasalahan-permasalahan yang menjadi penghambat transportasi laut ini menjadi sebuah perkerjaan rumah yang harus dipikrkan secara bersama. Tidak hanya pihak-pihak yang terkait dengan transportasi laut, tetapi juga para pihak yang memang memiliki wewenang dalam membangun transportasi laut tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan layanan yang terbaik pada sasaran-sasaran dalam transortasi laut. Sasaran dalam pembangunan transportasi laut yang ingin dicapai Indonesia memeiliki beberapa hal.
Berikut adalah sasaran pembangunan transportasi laut yang ingin tercapai;
·           Meningkatkan pangsa pasar dalam armada pelayaran nasional, baik untuk pengangkutan laut dalam negeri maupun ekspor-impor yang meliputi kancah internasional.
·           Meningkatkan kinerja dan efisiensi pelabuahn di setiap daerah di Indonesia. Peningkatan kinerja pelabuhan ini dilakukan di semua pelabuah khususnya yang ditangani oleh BUMN. Hal ini dikarenakan sebagian besar muatan ekspor-impor dan angkutan dalam negeri ditangani oleh pelabuhan di bawah pengelolaan BUMN.
·           Melengkapi sarana bantu navigasi pelayaran dan fasilitas pemeliharaan yang selama ini masih belum mencukupi standar internasional.
Perwujudan sasaran pembanguan transportasi laut bisa dilakukan dengan mengurangi bahkan menghapus pungutan-pungutan tidak resmi yang ada di setiap pelabuhan. Hal ini akan membuat tarif dalam transportasi laut ditetapkan otoritas pelabuah tidak jauh berbeda dengan biaya yang dikelaurkan oleh pengguna jasa pelabuhan. Hal ini biasa dilakukan dengan meningkatkan koordinasi bagi semua instansi yang terkait dalam proses bongkat muat barang dipelabuhan.
Kemudian, langkah lain dalam sarana pembangunan transportasi laut juga bisa dilakukan dengan pemenuhan standart pelayaran internasioanl untuk meningkatkan jaminan keselamatan pelayaran. Tingkat keselamatan ini bisa dari pelayaran hingga berlabuh dan bongkar muat pelabuhan. Dalam pelaksanaannya, jalur transportasi laut membutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung untuk dilakukannya proses pemindahan.
Berikut adalah sarana dalam transportasi laut; 
  1. Kapal. Kapal merupakan suatu kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut, sungai, danau, dan lain sebagaianya. Kapal biasanya berukuran cukup besar dan dilengkapi dengan sekoci atau perahu kecil di dalamnya. 
  2. Kapal Feri. Kapal feri merupakan sebuah kapal yang digunakan untuk jarak yang lebih dekat. Feri memiliki peranan penting dalam sistem pengangkutan bagi banyak wilayha-wilayah pesisir pantai 
  3. Sampan. Sampan merupakan sebuah perahu kayu Tiongkok yang memiliki dasar yang cukup datar. Biasanya sampan berukuran 3,5 meter hingga 4,5 meter yang biasa digunakan sebagai alat transportasi sungai dan danau,
Dan untuk prasarana dalam transportasi laut di antaranya adalah Pelabuhan dan Galangan Kapal. Pelabuhan merupakan sebuah fasilitas dalam transportasi laut yang berada di ujung samudera, sungai, atau danau. Biasanya pelabuhan digunakan untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Sedangkan galangan kapal merupakan sebuah tempat yang dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal. Kapal-kapal ini dapat berupa yacht, armada militer, cruise line, pesawar barang atau penumpang.   

1. Bisnis Transportasi laut
Transportasi laut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian dunia dimana pengangkutan barang merupakan bagian terpenting dalam bisnis transportasi laut dimana lebih dari tujuh miliar ton barang dikirim lewat jalur laut setiap tahunnya. Bisnis pengangkutan ini mencapai puncaknya pada tahun 2005. Keefektifan terhadap operasional pelayaran akan menurunkan biaya operasional yang memberikan dampak yang besar baik bagi konsumen maupun penyedia layanan transportasi itu sendiri.
Perlu diketahui bahwa kontribusi transportasi laut menjadi semakin penting karena nilai biaya yang dikeluarkan adalah paling kecil bila dibandingkan dengan biaya transportasi darat ataupun udara. Selain itu efisiensi dalam proses transportasi dan distribusi menjadi salah satu hal yang penting karena proporsi biaya transportasi bisa mencapai 66 % dari keseluruhan biaya logistik. Manajemen transportasi yang efektif sangat diperlukan dalam menentukan prosedur suplai dan distribusi suatu produk. Perencanaan transportasi yang baik secara langsung akan berdampak pada biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendistribusikan produk-produknya. Salah satu dampak tidak langsung dari manajemen transportasi yang baik adalah diperolehnya kepercayaan dari konsumen. Secara sederhana untuk mengurangi biaya total yang diakibatkan oleh transportasi dapat dicapai dengan mengoptimalkan rute yang ditempuh oleh tiap kendaraan dengan cara memilih rute yang memiliki jarak terpendek.  

1.        Mengelola bisnis 

Bisnis bisa diartikan dengan pengelolaan hal baik itu produksi maupun jasa yang bertujuan untuk dipasarkan kepada orang yang membutuhkan dengan imbalan jasa atau uang. Untuk menghindarkan diri dari kerugian, anda harus bisa mengelola bisnis secara professional. Mengapa terjadi kerugian? Kerugiaan bisa terjadi bila anda mengelola bisnis seadanya. Mengelola bisnis secara profesional bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya:
·     SDM yang handal, SDM merupakan hal yang utama bagi bisnis anda selain modal. Tanpa SDM ynga handal modal berapa pun akan habis karena tidak bisa digunakan secara tepat. SDM yang handal dan berpengalaman bisa mengatur keuangan atau administrasi perusahaan, mengelola bisnis dengan baik dan merencanakan semua keperluan bisnis untuk saat ini dan masa yang akan datang.
·     Kwalitas produksi. Kwalitas produksi juga menandakan seberapa mampu anda bekerja secara profesional.
·          Keuangan dan administrasi, pengelolaan keuangan yang tepat dan sesuai rencana merupakan faktor pendukung pengelolaan bisnis secara profesional. Pengecekan laporan keuangan dan administrasi bisnis ini bertujuan untuk mengetahui apakah perusaaan berkembang atau tidak.
Merek, Merek suatu produk bisa menjadi citra dari bisnis yang anda kelola. Dari merek yang baik tersebut konsumen akan menilai bahwa anda bisa mengelola bisnis secara profesional.  

1.        Menghindari Kerugian

Ada kalanya prediksi dari analisa kita tidak sesuai kenyataan, sehingga posisi yang telah kita buka menjadi rugi. Namun kita juga jangan terlalu takut karena kondisi seperti itu bisa diatasi . Berikut ini adalah tips forex untuk menghindari kerugian dengan menggunakan beberapa jenis manajemen resiko :
1.      Stop Loss / Stop Order Loss
Dilihat dari katanya Stop loss berhenti ketika loss .Dalam trading, memasang stop loss berarti memberi perintah pada server untuk menutup posisi ketika market bergerak berlawanan dengan prediksi kita dan market telah menyentuh level kesalahan yang sudah tidak bisa ditoleransi. Sarannya adalah tempatkan level stop loss disekitar support atau resistance .
2.      Hedging Locking
Ketika posisi kita berlawanan dengan market, maka saat itu posisi kita sedang rugi , namun masih mengambang selama kita belu menutupnya. Untuk menghindari kerugian lebih besar kita bisa mengunci besarnya kerugian dengan cara membuka posisi baru yang searah dengan market dan berlawanan dengan psosisi yang pertama.Sehingga kemanapun market akan bergerak, kerugian kita tidak bertambah besar.
Sarannya adalah : tutup posisi yang kedua untuk buka locking ketika market sedang konvergen .
3.      Switching / Turn Over
Jika posisi yang terbuka sekarang rugi ,dan melihat bahwa market benar -benar kuat untuk bergerak berlawanan dengan posisi yang pertama maka segera tutup posisi yang pertama lalu buka posisi baru yang searah dengan market atau berlawanan arah dengan posisi pertama yang ditutup.
Sarannya adalah : Hanya boleh mengganti posisi jika trend selanjutnya baru dimulai atau terjadi break .
4.      Averaging
Yaitu terus membuka posisi baru yang searah dengan posisi awal walaupun market bergerak berlawanan,dengan harapan ketika market balik arah walaupun baru bergerak setengah perjalanan ,kita bisa menutup semua posisi kita dan jika dirata -ratakan hasiltransaksinya maka kita telah terhindar dari kerugian bahkan profit.
Sarannya adalah : lakukan averaging ketika market berada pada kondisi jenuh       

BAB III PENUTUP

1.        Kesimpulan

Bisnis adalah suatu usaha untuk mendapatkan keuntungan/laba. Organisasi bisnis yang dijalankan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar konsumen untuk mendapatkan keuntungan, dikenal dengan istilah perusahaan. Selain mencari keuntungan, organisasi bisnis juga berkepentingan untuk menjaga kelangsungan hidup sumber daya alam dan lingkungan social. Selain dari pesaing, bisnis juga disaingi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah. Dalam mengelola bisnis Transportasi Laut, SDM yang handal menjadi faktor utama bagi bisnis selain modal.

2.        Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan. Demi kesempurnaan makalah Makalah ini, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun kearah kebaikan demi kelancaran dan kesempurnaan penulisan makalah  ini.
    

DAFTAR PUSTAKA

  1.   “bisnis transportasi laut” diakses dari http://datarisetindonesia.com/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=14, 29 Desember 2014, 21.42 
  2. “pengertian bisnis” diakses dari http://www.perpustakaandigital.net/2014/07/pengertian-bisnis.html, 31 Desember 2014, 22.32 
  3.  “transportasi” diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Transportasi, 31 Desember 2014, 23.40 
  4. “tranportasi” di akses dari https://www.academia.edu/7692115/MANAGEMENT_TRANSPORTASI_and_INTERMODA, 31 Desember 2014, 22.46 
  5. “bisnis transportasi laut ” diakses dari http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-10166-Chapter1.pdf, 1 Januari 2015, 00.41 
  6.  “Mengelola bisnis” diakses dari http://menjadiwirausaha.com/mengelola-bisnis-secara-profesional-berbasis-manajemen-modern/, 1 Januari 2015, 09.42 
  7.  “Transportasi Laut” diakses dari http://anneahira.com/transportasi-laut.htm, 1 Januari 2015, 10.56 
  8. “menghindari kerugian” diakses dari http://siembah.com/tips-forex-menghindari-kerugian, 1 Januari 2015, 10.35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar