TUGAS
MANDIRI
ASPEK
HUKUM DALAM EKONOMI
MENGELOLA
BISNIS TRANSPORTASI LAUT AGAR TIDAK MENGALAMI KERUGIAN
oleh:
Tersia Intan Pratiwi
2243.14.152
S1 MTL-D
Sekolah Tinggi Manajemen
Transportasi Trisakti
Manajemen tranportasi Laut
Jakarta
2014
2014
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt karena berkat
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Aspek Hukum Dalam dalam Ekonomi yang
berjudul “Mengelola Bisnis Transportasi Laut Agar Tidak Mengalami Kerugian” dalam
bentuk makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan informasi
bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita
semua.
Dalam penyusunan makalah ini
penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang penulis miliki, untuk itu kritik
dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah
ini.
Akhirnya penulis berharap
semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan
bantuan. Dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. Amin.
Penulis,
Tersia Intan Pratiwi
DAFTAR ISI
KATA PENGANTA
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
1. Bisnis
2. Transportasi Laut di Indonesia
3. Bisnis Transportasi laut
4. Mengelola bisnis
5. Menghindari Kerugian
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Saran
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Selama ini sekitar
95% lebih kegiatan ekspor-impor dan 40% kegiatan angkutan laut dalam negeri
dilayani oleh kapal asing. Kondisi yang demikian itu tentu saja sangat
merugikan Indonesia, sehingga akhirnya Presiden mengeluarkan Inpres No. 5 Tahun
2005 yang isinya menginstruksikan agar dalam waktu singkat muatan pelayaran
dalam negeri wajib diangkut dengan kapal berbendera Indonesia.
Untuk muatan impor
yang biaya pengadaannya dibebankan kepada APBN atau APBD wajib menggunakan
kapal yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional. Selain itu Inpres
tersebut juga mendorong diadakannya kemitraan dengan angkutan jangka panjang
antara pemilik barang dan perusahaan angkutan nasional, serta berbagai aspek
penting lainnya dalam jasa angkutan laut. yang lebih dikenal dengan "asas
cabotage" atau "point to point (satu tujuan)".
Inpres yang sangat berpihak pada bisnis angkutan laut itu
disambut positif oleh kalangan terkait, dan diharapkan dapat mendorong
perkembangan bisnis transportasi laut. Melalui Inpres tersebut, Presiden juga
menginstruksikan kepada Menteri Perhubungan untuk menata kembali penyelenggaraan
angkutan laut nasional dalam jangka waktu singkat.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.
Apa yang dimaksud bisnis
2.
Apa yang dimaksud transportasi laut
3.
Bagaimana mengelola bisnis transportasi
laut
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu bisnis
2. Untuk mengetahui apa itu transportasi laut
3. Untuk mengetahui bagaimana mengelola bisnis
BAB II PEMBAHASAN
1.
Bisnis
Bisnis menurut pandangan ilmu ekonomi adalah sebuah organisasi dengan tujuan menjual barang dan jasa kepada pembeli atau usaha lainnya dengan tujuan mendapatkan laba keuntungan. dalam bahasa inggris bisnis adalah business dasar katanya adalah busy yang dalam bahasa Indonesianya adalah sibuk, sehingga bisnis dapat diartikan menjadi sesorang atau banyak orang yang meengerjakan sebuah pekerjaan atau kesibukan yang mendatangkan keuntungan.Bisnis dalam pandangan ekonomi kapitalis yang di mana hampir semua bidang bisnis adalah bersumber dari masyarakat dari pihak swasta, bisnis terbentuk dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang dimana pemilik bisnis tersebut mengupayakan hasil yang maksimal sehingga dapat memakmurkan dirinya. Akan tetapi ada juga beberapa bisnis yang tidak mengejar keuntungan seperti itu, seperti misal dalam bisnis yang koperatif dalam bisnis koperatif berbeda dari bisnis kapitalis oleh karena tujuan dari bisnis koperatif adalah mensejahterahkan seluruh anggota yang menumbuhkembangkan bisnis tersebut dan meningkatkan kemakmuran rakyat, sehingga model bisnis koperatif sangat dekat dengan sosial yang dimana bisnis koperatif banyak di kelola oleh pihak pemerintah dan institute sosial.
1.
Transportasi
Laut di Indonesia
Terminology
transportasi terdiri atas dua kata latin, yaitu trans berarti sebrang dan portare
berarti mengangkut. Transporttasi berarti mengangkut ke seberang atau
memindahkan sesuatu dari satu tempat ke tempat yang lain
di seberang. “sesuatu” dapat diartikan barang angkut dan/atau orang. Jasa transportasi, dapat
diartikan sebagai kegiatan layanan mengangkut barang dan/atau penumpang dari
satu tempat ke tempat lain
Transportasi
laut ini memegang peranan yang cukup penting dalam setiap kegiatan di
Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang memang berada di dekat perairan,
seperti lautm danau, maupun sungai. Selain sebagai sarana dalam transportasi,
transportasi laut juga memegang peranan penting bagi pereknomian Indonesia.
Hampir 80% kegiatan ekspor-impor diangkut menggunakan transportasi laut. hal
ini menegaskan bahwa trasnportasi laut juga sangat penting bagi pergerakkan
perdagangan antar pulau di Indonesai yang dilayani oleh armada pelayanan
nasional.
Meskipun
transportasi laut ini sangat penting adanya, hal tersebut tidak membuat salah
satu transportasi umum di Indonesia ini terkepas dari berbagai masalah yang
ada. Permasalahan yang dihadapi oleh transportasi laut Indonesia dimulai dari
keterpurukan peran armada pelayaran nasional dalam mengangkut muatan. Hal ini
tentu berimbas pada pengurangan jumlah barang yang diekspor maupun diimpor, sehingga
secara tidak langsung sektor perdagangan dan perekonomian menurun. Permasalahan
lainnya adalah belum diberlakukan sepenuhnya azas cabotage yang bisa
meningkatkan kegiatan transportasi laut.
Selain
itu, biaya ekonomi yang tinggi juga menyebabkan turunnya minat masyarakat untuk
mengoptimalkan transportasi laut. Dan lagi kurangnya fsilitias prasarana
bongkar muat di pelabuhan jua menambah beban bagi pengguna jasa transportasi
laut. Hal ini tentu akan menambah jumlah pengeluara masyarakat secara umum.
Permasalahan
lain dari trasnportasi laut ini adalah tingkat kecukupan fasilitas keselamatan
pelayaran belum memenuhi persyaratan internasional, sehingga para pengguna jasa
trabsportasi ini belum merasa terjami keselamatannya dalam menggunakan sarana
trabnsportasi tersebut. Fasilitas kecukupan yang seharusnya di dapatkan oleh
para pengguna jasa transportasi laut bisa berupa sarana bantu navigasi
pelayaran atau SBNP yang bersertifikat internasional.
Permasalahan-permasalahan
yang menjadi penghambat transportasi laut ini menjadi sebuah perkerjaan rumah
yang harus dipikrkan secara bersama. Tidak hanya pihak-pihak yang terkait
dengan transportasi laut, tetapi juga para pihak yang memang memiliki wewenang
dalam membangun transportasi laut tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk
memberikan layanan yang terbaik pada sasaran-sasaran dalam transortasi laut. Sasaran
dalam pembangunan transportasi laut yang ingin dicapai Indonesia memeiliki
beberapa hal.
Berikut adalah sasaran pembangunan
transportasi laut yang ingin tercapai;
·
Meningkatkan
pangsa pasar dalam armada pelayaran nasional, baik untuk pengangkutan laut
dalam negeri maupun ekspor-impor yang meliputi kancah internasional.
·
Meningkatkan
kinerja dan efisiensi pelabuahn di setiap daerah di Indonesia. Peningkatan
kinerja pelabuhan ini dilakukan di semua pelabuah khususnya yang ditangani oleh
BUMN. Hal ini dikarenakan sebagian besar muatan ekspor-impor dan angkutan dalam
negeri ditangani oleh pelabuhan di bawah pengelolaan BUMN.
·
Melengkapi
sarana bantu navigasi pelayaran dan fasilitas pemeliharaan yang selama ini
masih belum mencukupi standar internasional.
Perwujudan
sasaran pembanguan transportasi laut bisa dilakukan dengan mengurangi bahkan
menghapus pungutan-pungutan tidak resmi yang ada di setiap pelabuhan. Hal ini
akan membuat tarif dalam transportasi laut ditetapkan otoritas pelabuah tidak
jauh berbeda dengan biaya yang dikelaurkan oleh pengguna jasa pelabuhan. Hal
ini biasa dilakukan dengan meningkatkan koordinasi bagi semua instansi yang
terkait dalam proses bongkat muat barang dipelabuhan.
Kemudian, langkah
lain dalam sarana pembangunan transportasi laut juga bisa dilakukan dengan
pemenuhan standart pelayaran internasioanl untuk meningkatkan jaminan
keselamatan pelayaran. Tingkat keselamatan ini bisa dari pelayaran hingga
berlabuh dan bongkar muat pelabuhan. Dalam pelaksanaannya, jalur transportasi
laut membutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung untuk dilakukannya proses
pemindahan.
Berikut adalah sarana dalam transportasi
laut;
- Kapal. Kapal merupakan suatu kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut, sungai, danau, dan lain sebagaianya. Kapal biasanya berukuran cukup besar dan dilengkapi dengan sekoci atau perahu kecil di dalamnya.
- Kapal Feri. Kapal feri merupakan sebuah kapal yang digunakan untuk jarak yang lebih dekat. Feri memiliki peranan penting dalam sistem pengangkutan bagi banyak wilayha-wilayah pesisir pantai
- Sampan. Sampan merupakan sebuah perahu kayu Tiongkok yang memiliki dasar yang cukup datar. Biasanya sampan berukuran 3,5 meter hingga 4,5 meter yang biasa digunakan sebagai alat transportasi sungai dan danau,
Dan untuk prasarana dalam transportasi laut di antaranya
adalah Pelabuhan dan Galangan Kapal. Pelabuhan merupakan sebuah fasilitas dalam
transportasi laut yang berada di ujung samudera, sungai, atau danau. Biasanya
pelabuhan digunakan untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun
penumpang ke dalamnya. Sedangkan galangan kapal merupakan sebuah tempat yang
dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal. Kapal-kapal ini dapat berupa yacht,
armada militer, cruise line, pesawar barang atau penumpang.
Transportasi laut
memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian dunia dimana
pengangkutan barang merupakan bagian terpenting dalam bisnis transportasi laut
dimana lebih dari tujuh miliar ton barang dikirim lewat jalur laut setiap
tahunnya. Bisnis pengangkutan ini mencapai puncaknya pada tahun 2005.
Keefektifan terhadap operasional pelayaran akan menurunkan biaya operasional
yang memberikan dampak yang besar baik bagi konsumen maupun penyedia layanan
transportasi itu sendiri.
Perlu diketahui bahwa
kontribusi transportasi laut menjadi semakin penting karena nilai biaya yang
dikeluarkan adalah paling kecil bila dibandingkan dengan biaya transportasi darat
ataupun udara. Selain itu efisiensi dalam proses transportasi dan distribusi menjadi
salah satu hal yang penting karena proporsi biaya transportasi bisa mencapai 66
% dari keseluruhan biaya logistik. Manajemen transportasi yang efektif sangat
diperlukan dalam menentukan prosedur suplai dan distribusi suatu produk.
Perencanaan transportasi yang baik secara langsung akan berdampak pada biaya
total yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendistribusikan produk-produknya.
Salah satu dampak tidak langsung dari manajemen transportasi yang baik adalah
diperolehnya kepercayaan dari konsumen. Secara sederhana untuk mengurangi biaya
total yang diakibatkan oleh transportasi dapat dicapai dengan mengoptimalkan
rute yang ditempuh oleh tiap kendaraan dengan cara memilih rute yang memiliki jarak terpendek.
1. Mengelola bisnis
Bisnis bisa diartikan
dengan pengelolaan hal baik itu produksi maupun jasa yang bertujuan untuk
dipasarkan kepada orang yang membutuhkan dengan imbalan jasa atau uang. Untuk menghindarkan
diri dari kerugian, anda harus bisa mengelola bisnis secara professional. Mengapa
terjadi kerugian? Kerugiaan bisa terjadi bila anda mengelola bisnis seadanya.
Mengelola bisnis secara profesional bisa dilakukan dengan beberapa cara
diantaranya:
· SDM yang handal,
SDM merupakan hal yang utama bagi bisnis anda selain modal. Tanpa SDM ynga
handal modal berapa pun akan habis karena tidak bisa digunakan secara tepat.
SDM yang handal dan berpengalaman bisa mengatur keuangan atau administrasi
perusahaan, mengelola bisnis dengan baik dan merencanakan semua keperluan
bisnis untuk saat ini dan masa yang akan datang.
· Kwalitas
produksi. Kwalitas produksi juga menandakan seberapa mampu anda bekerja secara
profesional.
· Keuangan dan
administrasi, pengelolaan keuangan yang tepat dan sesuai rencana merupakan
faktor pendukung pengelolaan bisnis secara profesional. Pengecekan laporan
keuangan dan administrasi bisnis ini bertujuan untuk mengetahui apakah
perusaaan berkembang atau tidak.
Merek, Merek suatu produk bisa menjadi citra
dari bisnis yang anda kelola. Dari merek yang baik tersebut konsumen akan
menilai bahwa anda bisa mengelola bisnis secara profesional.
1.
Menghindari Kerugian
Ada kalanya
prediksi dari analisa kita tidak sesuai kenyataan, sehingga posisi yang telah
kita buka menjadi rugi. Namun kita juga jangan terlalu takut karena kondisi
seperti itu bisa diatasi . Berikut ini adalah tips forex untuk menghindari
kerugian dengan menggunakan beberapa jenis manajemen resiko :
1.
Stop Loss / Stop Order Loss
Dilihat dari katanya Stop loss berhenti
ketika loss .Dalam trading, memasang stop loss berarti memberi perintah pada
server untuk menutup posisi ketika market bergerak berlawanan dengan prediksi
kita dan market telah menyentuh level kesalahan yang sudah tidak bisa
ditoleransi. Sarannya adalah tempatkan level stop loss disekitar support atau
resistance .
2.
Hedging Locking
Ketika posisi kita berlawanan dengan market,
maka saat itu posisi kita sedang rugi , namun masih mengambang selama kita belu
menutupnya. Untuk menghindari kerugian lebih besar kita bisa mengunci besarnya
kerugian dengan cara membuka posisi baru yang searah dengan market dan
berlawanan dengan psosisi yang pertama.Sehingga kemanapun market akan bergerak,
kerugian kita tidak bertambah besar.
Sarannya adalah : tutup posisi yang kedua
untuk buka locking ketika market sedang konvergen .
3.
Switching / Turn Over
Jika posisi yang terbuka sekarang rugi ,dan
melihat bahwa market benar -benar kuat untuk bergerak berlawanan dengan posisi
yang pertama maka segera tutup posisi yang pertama lalu buka posisi baru yang
searah dengan market atau berlawanan arah dengan posisi pertama yang ditutup.
Sarannya adalah : Hanya boleh mengganti
posisi jika trend selanjutnya baru dimulai atau terjadi break .
4.
Averaging
Yaitu terus membuka posisi baru yang searah dengan posisi
awal walaupun market bergerak berlawanan,dengan harapan ketika market balik
arah walaupun baru bergerak setengah perjalanan ,kita bisa menutup semua posisi
kita dan jika dirata -ratakan hasiltransaksinya maka kita telah terhindar dari
kerugian bahkan profit.
Sarannya adalah :
lakukan averaging ketika market berada pada kondisi jenuh
BAB III PENUTUP
1.
Kesimpulan
Bisnis adalah suatu usaha untuk mendapatkan
keuntungan/laba. Organisasi bisnis yang dijalankan dalam rangka memenuhi
kebutuhan dan keinginan pasar konsumen untuk mendapatkan keuntungan, dikenal
dengan istilah perusahaan. Selain mencari keuntungan, organisasi bisnis juga
berkepentingan untuk menjaga kelangsungan hidup sumber daya alam dan lingkungan
social. Selain dari pesaing, bisnis juga disaingi oleh kebijakan-kebijakan
pemerintah. Dalam mengelola bisnis Transportasi Laut, SDM yang handal menjadi
faktor utama bagi bisnis selain modal.
2.
Saran
Menyadari bahwa
penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan
details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang
lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan. Demi kesempurnaan
makalah Makalah ini, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
kearah kebaikan demi kelancaran dan kesempurnaan penulisan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
- “bisnis transportasi laut” diakses dari http://datarisetindonesia.com/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=14, 29 Desember 2014, 21.42
- “pengertian bisnis” diakses dari http://www.perpustakaandigital.net/2014/07/pengertian-bisnis.html, 31 Desember 2014, 22.32
- “transportasi” diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Transportasi, 31 Desember 2014, 23.40
- “tranportasi” di akses dari https://www.academia.edu/7692115/MANAGEMENT_TRANSPORTASI_and_INTERMODA, 31 Desember 2014, 22.46
- “bisnis transportasi laut ” diakses dari http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-10166-Chapter1.pdf, 1 Januari 2015, 00.41
- “Mengelola bisnis” diakses dari http://menjadiwirausaha.com/mengelola-bisnis-secara-profesional-berbasis-manajemen-modern/, 1 Januari 2015, 09.42
- “Transportasi Laut” diakses dari http://anneahira.com/transportasi-laut.htm, 1 Januari 2015, 10.56
- “menghindari kerugian” diakses dari http://siembah.com/tips-forex-menghindari-kerugian, 1 Januari 2015, 10.35

Tidak ada komentar:
Posting Komentar